Negara Metonimi Series

Negara Metonimi #1, woven photographs, digital print on albatros paper, found objects, 120 x 172 cm, 2016

Negara Metonimi #2, woven photographs, digital print on albatros paper, found objects, 120 x 172 cm, 2017

 

Pada seri ini, Patriot menyoroti persoalan ketidakmerataan yang ada di Indonesia. Bahwa baginya, kata “Indonesia”, dalam kehidupan sehari-hari, seringkali digunakan untuk menyebutkan masalah-masalah yang sebenarnya tidak nasional melainkan hanya ada di wilayah tertentu. Kata “Indonesia” menjadi sebuah sinekdokhe totem pro parte dimana sesuatu yang lebih besar digunakan untuk menyebut hal yang lebih kecil. Akan tetapi Patriot merujuk fenomena ini dengan istilah yang lebih luas yakni metonimi yang juga memayungi kata sinekdohe. Pada Negara Metonimi #1, Patriot mencoba mengungkapkan gagasan mengenai sentralisasi Jawa dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Hal ini merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri karena faktanya, dari 261 juta penduduk Indonesia, ada 141 juta di antaranya yang tinggal di pulau seluas 128,297 km² itu. Selain itu, menurut data BPS tahun 2017, struktur perekonomian Indonesia masih didominasi oleh kelompok yang ada pulau Jawa dengan kontribusi PDB sebesar 58,51 %.

Sedangkan pada karya Negara Metonimi #2, Patriot melihat permasalahan yang ada di wilayah pulau Papua. Ia menyoroti potensi disintegrasi wilayah yang berada di ujung timur Indonesia tersebut. Menurutnya, jika banyak permasalahan yang ada di Papua tidak ditanggulangi, maka bukan tidak mungkin di masa depan wilayah ini akan benar-benar terpisah dari NKRI.

Karya Negara Metonimi #1 dipamerkan pada event South East Asia (SEA+) Triennale  di Galeri Nasional Indonesia pada tahun 2016. Sedangkan Negara Metonimi #2 pernah ditampilkan di acara Pra-Biennale Jogja XIV di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjosoemantri (PKKH) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *