Titik Silang Kuasa ’66-’98 #2

Titik Silang Kuasa ’66-’98 #2

Anyaman Video

02 menit 39 detik

2018

Karya ini dipamerkan dalam Pameran Manifesto 6.0: Multipolar di Galeri Nasional Indonesia, Mei 2018

 

Otoritas adalah pengakuan masyarakat secara luas akan kekuasaan seseorang atau satu institusi tertentu. Lebih jauh lagi, seperti yang disampaikan oleh Bordieu, authority menjadikan sesuatu (bahasa, tulisan, ucapan, tindakan, dll) menjadi legitimate atau terakui dan memiliki kekuatan hukum. Dalam sejarah Indonesia, terdapat banyak teks penting yang mempengaruhi jalannya Negara. Contoh paling sederhana adalah Teks Proklamasi dan Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Keduanya menjadi penanda lahirnya bangsa Indonesia 73 tahun yang lalu.

Di periode selanjutnya, ada satu surat yang seringkali dirujuk untuk menyebutkan peralihan era dari Orde Lama ke Orde Baru, yakni Surat Perintah 11 Maret 1966 yang disingkat menjadi Supersemar. Melalui surat ini, Jenderal Suharto yang saat itu menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Darat mendapatkan ‘lampu hijau’ untuk melakukan tindak pengamanan yang dibutuhkan paska tragedi September 1965. Suharto lalu membubarkan PKI sebagai konsekuensi dari kewenangan yang diberikan oleh Sukarno lewat Supersemar. (Harsa Permata: 2011, WordPress.com). Pembubaran itu dieksekusi dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966 perihal pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tanggal 12 Maret 1966. Dekrit ini kemudian diperkuat dengan Tap MPRS No. XXV/MPRS/1966, pada tanggal 3 Juli 1966 tentang pembubaran PKI dan menyatakan bahwa organisasi tersebut terlarang di wilayah Republik Indonesia (Kristian Erdianto, Kompas.com). Masyarakat yang saat itu menuntut keputusan tegas dari Presiden Sukarno terkait Gestapu 1965 menyambut baik keputusan tersebut. Sejak saat itu pula, Jenderal Suharto mendapatkan dukungan yang besar dari masyarakat sampai akhirnya ia diangkat menjadi Pejabat Presiden pada tanggal 12 Maret 1967. Setahun setelahnya, yakni pada tanggal 27 Maret 1968, ia dilantik secara resmi sebagai Presiden RI ke-2 melalui Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968. Sejak saat itu rezim Orde Baru secara resmi berjalan. Rangkaian peristiwa di atas menunjukkan betapa satu surat dapat memberikan pengaruh yang luar biasa dalam jalannya sejarah suatu Negara.

Orde Baru berjalan dalam waktu yang panjang yakni 30 tahun lamanya. Selama keberlangsungannya, banyak sekali yang bisa diceritakan terkait rezim ini mulai dari perihal yang positif seperti pembangunan Negara lewat Repelita, Swa Sembada pangan, pertumbuhan ekonomi sampai ke hal yang negatif seperti pelanggaran HAM, invasi Timor Timur, dan persoalan KKN. Keberlangsungan Orde Baru mewarnai hidup warga Indonesia lintas generasi. Karena itu banyak yang memiliki kesan mendalam terhadap era ini mulai dari yang membenci sampai yang merindukannya kembali. Krisis moneter hebat yang terjadi di tahun 1997 menjadi latar peristiwa runtuhnya rezim ini. Pertumbuhan ekonomi yang dahulu menjadi kekuatan dari Orde Baru justru jadi kelemahan di masa tersebut. Kepercayaan publik akan pemerintahan menurun dan masyarakat menuntut perubahan. Peristiwa demi peristiwa kemudian terjadi dalam usaha rakyat menutut reformasi di segala bidang. Mulai dari turunnya mahasiswa ke jalan, pendudukan Gedung DPR, tragedi Trisakti, dan penjarahan pusat-pusat perbelanjaan. Rangkaian kejadian tersebut kemudian mengantarkan Indonesia pada satu momen bersejarah dimana pada tanggl 21 Mei 1998, Presiden Suharto membacakan satu surat yang berisikan pengumuman pengunduran dirinya sebagai Presiden. Momen yang disiarkan secara langsung di seluruh TV nasional itu menjadi tonggak berakhirnya rezim Orde Baru dan lahirnya era Reformasi.

Ada ironi yang muncul dari rangkaian peristiwa tersebut, yakni Orde Baru dimulai dari satu pucuk surat dan diakhiri dengan pembacaan satu surat lainnya. Menunjukkan bahwa dengan legitimasi yang diberikan, satu rangkaian kata bisa sangat bermakna dan memiliki kekuatan yang luar biasa sehingga dapat mengubah haluan perjalanan satu bangsa. Lewat karya video berjudul Titik Silang Kuasa ’66-’98 ini, saya berusaha untuk mengangkat gagasan tersebut.

Patriot Mukmin, 6 April 2018

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *