Treachery of Paintings

Treachery of Paintings

Painting installations,

variable dimensions,

2013 – 2017

 

Exhibited at Art Jakarta 2017 with Lawangwangi Creative Space

Dalam satu wawancara, Rene Magritte mengungkapkan bahwa ia bukanlah seorang seniman, melainkan seorang pemikir yang bekerja melalui media visual. Hal ini pula yang saya rasakan ketika melihat karya-karyanya. Dari visual yang ditampilkan, seringkali saya tergerak untuk memikirkan hal yang melampaui dari apa yang tergambar. Contohnya adalah karya yang berjudul Human Condition. Lukisan yang bagi saya, memberitahu definisi klasik apa itu lukisan. Melalui image tersebut, Magritte seolah mengungkapkan bahwa lukisan adalah sebingkai citraan dari sudut pandang tertentu mata manusia yang ditiru sedemikian rupa sehingga pandangan itu dapat dicerabut, dipindah dan dilihat dari tempat yang lain. Uniknya, ia mengungkapkannya dengan cara meletakkan pandangan yang sudah dilukis tsb di tempat sudut pandang itu semula berasal. Persoalan ini pula yang menginspirasi seri karya Seeing is Painting saya di tahun 2013.

 

Seri ini berangkat dari kegelisahan saya tentang paradigma seni lukis kontemporer. Apakah mungkin di era seni representasional dewasa ini kita masih bisa mengangkat seni lukis yang paradigmatis? Masih bisakah kita membuat seni lukis yang membicarakan seni lukis itu sendiri? Apakah mungkin itu semua dilakukan dengan tidak melukis abstrak? Kegelisahan itu saya coba jawab dengan membuat satu instalasi lukisan yang menonjolkan kesan ilusif. Satu hal yang merupakan karakter klasik dari seni lukis itu sendiri. Namun bedanya, ilusi ruang yang ada tidak dibangun di bidang datar, melainkan di bentukan semi tiga dimensional. Permukaan lukisan dipotong menjadi beberapa bagian dan disusun berjajar seperti pagar. Susunan seperti ini memungkinkan audiens untuk melihat karyanya dari tiga sisi, kanan, tengah, dan kiri.  Dipajang di ruangan putih kotak (whitecube), membantu pandangan untuk fokus ke visual yang tergambar.  Menampilkan kesan seolah-olah ada benda-benda di balik frame lukisan. Mencoba merujuk pada karya Human Condition namun dengan metode yang berbeda.

 

Di seri Treachery of Paintings ini, saya akan revisit seri karya tersebut sambil memberi homage kepada seniman yang telah menginspirasi dengan cara mengangkat beberapa karya dari Rene Magritte untuk ke dalam karya. Judul projek ini pun menyadur karyanya yang terkenal yakni The Treachery of Images.

 

Patriot Mukmin

8 Juli 2017

 

 

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *